Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian Bukan Menghisap Darah

Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian Bukan Menghisap Darah – Ada legenda menarik tentang makhluk misterius yang hidup di hutan hujan Kalimantan. Konon gigi tupai ini seperti gergaji, meminum darah hewan lain dan memakan organ mangsanya.

Tupai Vampir Kalimantan Makan Biji-Bijian Bukan Menghisap Darah

 Baca Juga : Taksonomi, Morfologi, Perilaku, Habitat, Kelangkaan & Reproduksi Tupai

scarysquirrel – Ada cerita bahwa tupai ini hinggap di dahan rendah dan bisa meloncat ke punggung rusa, memotong urat leher, mencabut organ dalam dan memakan organnya.

Inilah kenapa Squirrel dijuluki Tupai Vampir Kalimantan. Dalam kehidupan nyata, tupai vampir memang ada.

Tetapi pertanyaannya adalah, apakah peminum darah dan organ pemangsa hewan dalam legenda itu benar?

buat awal kalinya akademikus melaksanakan riset mengenai pola makan tupai vampir ataupun tupai tanah Kalimantan( Rheithrosciurus macr0tis).

Dalam riset yang diketuai 0leh Andrew Marshall dari University 0f Michigan, regu periset menekuni tupai di lingkungan natural mereka di Halaman Nasional Gunung Genangan, Kalimantan. Sepanjang sebagian tahun, regu mencermati kerutinan makan tupai vampir sebesar 79 kali.

Dalam observasi itu, pasti saja periset tidak menciptakan bila tupai memangsa kijang. Tetapi terdapat perihal yang senantiasa membuat para periset terpikat. tupai tanah berjumbai nyatanya mempunyai pola makan yang amat khusus. Mereka memilah buat menyantap bulir C. decumanum serta Meter. leptopoda.

2 tumbuhan ini diketahui mempunyai bulir yang sangat keras di hutan. Opsi santapan yang amat khusus ini mungkin didorong sebab kompetisi di alam buas.

Bulir yang amat keras tidak bisa disantap oleh tupai lain alhasil kompetisi buat memperoleh santapan jadi lebih terbatas dibanding bila wajib menyantap bulir serta buah yang lebih gampang diproses.

” Bulir itu sedemikian itu keras serta tidak bisa disantap oleh genus tupai lain. Orang apalagi wajib memakai martil buat menghancurkannya,” dempak Marshall.

Penemuan ini juga membuktikan kalau tupai tanah berjumbai ialah takson sangat spesial di hutan. Asal usul biogeografi mereka pula sedang misteri.

Marshall mengatakan bila tupai tanah berjumbai berkeluarga dekat tupai Amerika Selatan. Tetapi tampaknya mereka terpisah lebih dari 8 juta tahun yang kemudian. tupai tanah berjumbai setelah itu menjelajahi Asia Tenggara melintas darat.

Namun mereka tidak meninggalkan jejak generasi di Amerika Utara ataupun darat Asia sepanjang ekspedisi mereka. Ini teka teki. Tidak hanya itu, tupai tanah berjumbai mempunyai gigi yang tidak lazim.

tupai tanah berjumbai memiliki gigi seri jauh di rahang atas serta dasar yang mempunyai benjolan semacam akhir memotong.” Gigi itu tidak terdaftar pada binatang menyusui lain.

Itu bisa jadi ialah wujud menyesuaikan diri dari opsi santapan mereka yang tidak lazim,” kata Marshall. Namun yang sangat menarik di antara seluruhnya merupakan tupai tanah berjumbai mempunyai akhir sangat berbulu di bumi.

 Baca Juga : Keunikan Burung Raksasa Dan Langka Shoebill

Bagi suatu riset tahun 2014, ekornya 30 persen lebih tebal dari bagian badannya yang lain.

tupai tanah berjumbai berdimensi 2 kali lebih besar dari tupai tumbuhan lazim. Panjangnya dekat 35 sentimeter dengan akhir rimbun bercorak keperakan.

Dikala beranjak, ekornya menutupi badannya, buatnya nampak jauh lebih besar dari yang sesungguhnya. Perihal itu bisa jadi buat membuntukan pemangsa semacam macan ranting. Sedang banyak yang belum kita tahu hal mahluk misterius ini.

Sayangnya, periset pula menegaskan kalau kita juga mulai kehabisan durasi buat mempelajarinya.

” Dengan lenyapnya hutan di Indonesia serta di semua area tropis, kita mengalami resiko kehabisan genus apalagi saat sebelum kita bisa mengakulasi data sangat dasar mengenai ilmu lingkungan mereka,” imbuh Marshall.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap