Cerita Fantasi Kesombongan Seekor Tupai

Cerita Fantasi Kesombongan Seekor Tupai – Narasi cerita binatang merupakan narasi yang menggambarkan kehidupan binatang yang bersikap menyamai orang. Cerita binatang merupakan narasi fantasi ataupun imajinasi belaka( khayalan). Kadangkala kala cerita binatang memasukkan kepribadian minoritas berbentuk orang. Narasi Cerita binatang pula kerap diucap narasi akhlak sebab memiliki catatan yang berhubungan dengan akhlak.

Cerita Fantasi Kesombongan Seekor Tupai

 Baca Juga : Makan Daging Tupai Halal Atau Haram

scarysquirrel -Hal Narasi Cerita binatang, dekat 2 minggu yang kemudian Aku telah menulis Narasi Cerita binatang. Aku menulis Narasi Cerita binatang itu buat diserahkan ke Keponakan Aku, walaupun sedang dewasa 4 tahun, keponakan Aku telah dapat membaca, meski belum sedemikian itu mudah. Keponakan Aku amat suka sekali membaca novel, novel yang kerap Ia baca ialah novel Bobo, terlebih narasi yang berhubungan mengenai fauna. Narasi Cerita binatang itu bertajuk Keangkuhan Seekor tupai

Pada sesuatu hari ditengah ladang Rambutan aceh, nampak terdapat seekor burung Kutilang lagi menawarkan buah Rambutan aceh pada seekor tupai. Tetapi tupai itu menolaknya dengan sombong” Berat kaki, Saya dapat mencarinya sendiri” jawab tupai itu” Bukan sedemikian itu tupai, tumben Kalian hari ini tidak mencari Rambutan aceh. Takutnya esok kalian tidak kedapatan” terima Kutilang. Tetapi Kutilang belum luang menghabiskan pembicaraannya, tupai langsung berangkat meninggalkan Kutilang serta percakapan yang lebih sombong” Dari pada Saya mengikuti ocehan Mu, lebih bagus Saya berangkat buat mencari tempat tidur”

Tetapi disore harinya, nampak seekor tupai itu loncat kesana kemari dengan gerak- gerik belingsatan, burung Kutilang juga mendekati tupai.” tupai mengapa kalian nampak belingsatan demikian ini.” Pertanyaan Kutilang.” Kutilang mengapa seluruh buah Rambutan aceh di ladang ini habis” pertanyaan tupai dengan pilu.” Seluruh Rambutan aceh dikebun ini habis sebab telah dipanen pemiliknya” jawab Burung Kutilang.

Mengikuti percakapan Kutilang, tupai merasa terkejut serta sedemikian itu kecewa” Astaga, mengapa dapat demikian ini, Saya dari mulanya telah merasakan lapar Kutilang. Saya ingin mencari dimana lagi, Saya telah tidak berakal lagi”” Hening tupai, tidak harus sedemikian itu takut. Saya telah menaruh Rambutan aceh dirumah Ku buat persediaan saat sebelum Kita alih ke tempat lain” jawab burung Kutilang.” Terimaksih Kutilang, Kalian sedemikian itu bagus dengan Ku” terima tupai dengan senyum.” Kita sebagi sesama mahluk alam memanglah telah diajarkan silih menolong” terima Kutilang dengan bijaksana.

Baca Juga : Jenis Burung Unik dan Langka Di Indonesia

” Tetapi dirimu wajib melenyapkan watak sombongmu tupai, sebab keangkuhan itu dapat membuat kita kurang ingat diri serta mudarat diri sendiri” jawab lagi tupai.” Iya Kutilang, Aku hendak berganti” Jawab tupai dengan rasa penyanggahan kekecewaan. Kala Kutilang mengikuti balasan dari tupai, Kutilang merasa senang, serta tidak butuh durasi lama, Kutilang langsung mengutip Rambutan aceh buat tupai. Sebab tupai sedemikian itu merasakan lapar, sampai tupai tidak mampu berakal lagi. Serta sehabis itu, pada malam harinya, Kutilang serta tupai langsung bergegas berangkat meninggalkan ladang Rambutan aceh buat mencari tempat yang lebih bagus lagi, karena ladang Rambutan aceh itu telah tidak mempunyai buah- buahan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap